Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh: Ribuan Jemaah di Masjid Raya Baiturrahman Doakan Korban Banjir

Peringatan gempa dan tsunami Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh berlangsung khidmad.

Advertisement
Your Ad Could Be Here
728×90 — Responsive Leaderboard

BANDA ACEH, Menara.com – Peringatan gempa dan tsunami Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh berlangsung khidmad. Seribuan jemaah larut dalam zikir dan doa. 

Momen peringatan tsunami Aceh kali ini dipusatkan di MRB. Para Jemaah dari berbagai daerah di Banda Aceh dan Aceh Besar tampak memenuhi seluruh perkarangan mulai dari dalam hingga ke pelataran masjid. 

Selain mengenang musibah gempa dan tsunami Aceh, pada peringatan kali ini para jemaah juga turut mengirimkan doa bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu. 

Warga mulai berdatangan sejak Jumat (26/12/2025) pagi. Acara diawali dengan zikir bersama kemudian dilanjutkan tausiah oleh Ustad Abdul Somad (UAS).

Dalam peringatan ini tim UAS juga turut menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada Pemerintah Aceh. Di antaranya pembangian satu ton rendang kepada korban banjir dan longsor Aceh. 

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) mengatakan, hari ini 21 tahun yang lalu gempa dan tsunami telah mengguncang bumi Aceh, dan pada 25 November 2025 bencana besar kembali melanda tanah rencong. 

“Kami kembali dilanda dengan bencan air gunung turun ke kampung sampai ke laut, namanya air bandang,” kata Dek Fadh dalam sambutannya. 

Advertisement
Your Ad Could Be Here
728×90 — Responsive Leaderboard

Dek Fadh menyebutkan, skala bencana tsunami 2004 silam hanya melanda 4 kabupaten, namun banjir dan longsor kali ini terjadi di 18 kabupaten/kota. 

“Saat ini saudara kita 504 KK atau lebih kurang 2 juta jiwa lagi berada di pengungsian. Mudahan-mudahan hari ini dengan kedatangan UAS mendapat tausiah menjadi penyejuk hati, menjadi semangat kebangkitan bagi seluruh masyarakat Aceh,” ujarnya. 

Peringatan gempa dan tsunami Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh berlangsung khidmad. Seribuan jemaah larut dalam zikir dan doa, Jumat (26/12/2025).(Kompas.com/Zuhri Noviandi)

UAS Sindir Tukang Potong Hutan Saat Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh

Di hadapan para jemaah, dalam tausiahnya UAS menyampaikan bahwa musibah yang terjadi di muka bumi tidak melulu karena takdir.

Tetapi juga karena ulah perbuatan tangan manusia mulai dari kerusakan di laut hingga daratan.  

UAS lalu turut memberikan gambaran tentang sebuah pohon di mana akarnya berfungsi untuk menahan air, jika pohon itu tumbang maka tanah tidak sanggup menahannya. 

“Akarnya memegang tanah dan dia menahan air. Kalau pohon ditumbang akarnya copot lapuk sehingga tanah tidak bisa ditahan air pun turun ke bawah,” katanya.

“Pelajaran kelas 4 SD, namanya pelajaran IPA. Bahkan dipraktekkan, ditumpuk tanah diletakkan pohon yang akarnya panjang, disiram air dari atas, kenapa tanahnya tidak longsorng karena diikat oleh akar kayu,” lanjutnya. 

Advertisement
Your Ad Could Be Here
728×90 — Responsive Leaderboard

Tinggalkan Komentar