Michael Carrick, pelatih kepala Manchester United, menyatakan bahwa klub belum membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan memainkan satu atau dua pertandingan persahabatan di tengah musim.
Keputusan ini datang di tengah spekulasi mengenai bagaimana The Red Devils akan mengisi jeda panjang dalam jadwal pertandingan. Ia menekankan bahwa ini adalah situasi yang kompleks dan tidak ada jawaban yang sederhana.
Carrick menjelaskan bahwa keputusan tersebut “tergantung pada banyak hal” dan tidak ada jawaban yang hitam-putih, mengindikasikan perlunya pertimbangan matang. Hal ini penting mengingat Manchester United tersingkir lebih awal dari Piala FA dan tidak berpartisipasi di kompetisi Eropa musim ini, menyisakan Liga Inggris sebagai satu-satunya fokus mereka di bulan-bulan terakhir kampanye 2025-26.
Fokus utama pelatih berusia 44 tahun ini adalah menjaga keseimbangan, ritme, ketajaman, dan fokus para pemain selama periode jeda. Dengan adanya celah jadwal yang signifikan, seperti jeda 11 hari antara pertandingan melawan Newcastle United pada 4 Maret dan Aston Villa pada 15 Maret, serta jeda 22 hari antara Bournemouth pada 20 Maret dan Leeds United pada 11 April, manajemen tim harus menemukan cara optimal untuk menjaga kebugaran dan mentalitas skuad.
Hal itu disampaikan MU di laman resmi klub pada Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United melihat arlojinya selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)
Carrick menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental para pemain di tengah jadwal Premier League yang bervariasi. Ia menyatakan bahwa klub harus menyesuaikan diri dengan “campuran celah antar pertandingan” yang muncul, termasuk jeda internasional. Adaptasi ini menjadi kunci untuk memastikan performa puncak tim tetap terjaga hingga akhir musim.
Meskipun ada jeda internasional pada akhir Maret, masih ada ruang bagi Manchester United untuk berpartisipasi dalam beberapa pertandingan persahabatan. Namun, Carrick menekankan bahwa setiap keputusan akan didasarkan pada apa yang terbaik bagi para pemain. Pendekatan ini mencerminkan filosofinya yang selalu mengutamakan kesejahteraan dan performa skuad.
Situasi ini juga menyoroti bagaimana Michael Carrick sebagai pelatih harus menyeimbangkan kebutuhan latihan intensif dengan istirahat yang cukup. Ia memuji dedikasi para pemain dalam sesi latihan, menunjukkan bahwa mereka tetap fokus dan termotivasi meskipun ketidakpastian jadwal. Ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempertahankan momentum positif tim.