Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple, dilaporkan tengah menyiapkan langkah strategis baru dengan mengembangkan lini MacBook berharga lebih terjangkau. Perangkat ini disebut-sebut akan diperkenalkan dalam sebuah acara di New York pada 4 Maret 2026. Jika bocoran ini akurat, peluncuran tersebut menandai perubahan pendekatan Apple yang selama ini identik dengan laptop premium berharga tinggi.
Langkah ini dinilai sebagai strategi ekspansi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selama bertahun-tahun, MacBook dikenal sebagai perangkat kelas menengah hingga atas. Namun kini, Apple tampaknya ingin menembus segmen pelajar, pengguna kasual, dan konsumen dengan anggaran terbatas. Dengan demikian, perusahaan berpotensi memperluas basis pengguna ekosistemnya sejak awal.
Gunakan Chip iPhone demi Tekan Harga
Menariknya, laptop ekonomis ini dikabarkan tidak akan memakai chipset seri M yang selama ini menjadi standar MacBook modern. Sebagai gantinya, Apple disebut akan menanamkan chip A18 Pro prosesor yang sebelumnya digunakan pada lini iPhone generasi terbaru.
Baca Juga
JBL Sense Pro Open-Ear: Earbuds Premium dengan Bass Kuat, Bone Conduction & Bluetooth 6.0
Revolusi Ponsel Lipat, Motorola Razr 60 Resmi Meluncur di Indonesia
Advertisement
Peralihan ini bukan tanpa alasan. Secara strategis, penggunaan chip smartphone diyakini mampu menekan biaya produksi secara signifikan. Selain itu, prosesor tersebut tetap memiliki performa cukup mumpuni untuk kebutuhan komputasi ringan seperti mengetik dokumen, browsing, streaming, hingga pengolahan multimedia sederhana.
Analis industri menilai pendekatan ini sebagai eksperimen menarik. Di satu sisi, Apple tetap mempertahankan efisiensi daya dan optimalisasi sistem yang menjadi ciri khas chip buatannya. Di sisi lain, perusahaan dapat menawarkan harga lebih kompetitif tanpa mengorbankan pengalaman penggunaan dasar.